LAPINDORIS (LAPINDO TOURISM) PENGEMBANGAN WISATA DARK TOURISM BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT TERDAMPAK LUMPUR LAPINDO DI SIDOARJO

1. Nabillah Nur Maulidia

2. Felishya Abida Ezra Samudra

3. Rayya Adizara Alshahima

4. Khaira Rafa Aqilah

AbstractIndonesia possesses abundant natural resources but also faces disaster risks, both natural and human-induced. One of the major disasters was the Lapindo mud eruption in Sidoarjo in 2006, causing social, economic, and environmental losses. To repurpose the affected area, an educational tourism concept based on dark tourism is proposed. This research develops LAPINDORIS, a digital tourism website utilizing the ADDIE method. Testing results indicate that key features, such as the Virtual Tour, require optimization to enhance cross-browser compatibility and user experience. Additionally, usability testing highlights the need for design improvements to boost user satisfaction. Future development will focus on increasing accessibility and system efficiency to support the sustainability of digital-based educational tourism.

Keywords: Dark Tourism, Lapindo Tourism, Digital Economy

 

Abstrak. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga menghadapi risiko bencana, baik alami maupun akibat aktivitas manusia. Salah satu bencana besar yang terjadi adalah semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo pada 2006, yang mengakibatkan kerugian sosial, ekonomi, dan lingkungan. Untuk mengubah wilayah terdampak menjadi lebih produktif, konsep wisata edukasi berbasis dark tourism dapat menjadi solusi. Penelitian ini mengembangkan LAPINDORIS, sebuah website wisata digital berbasis metode ADDIE. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fitur utama, seperti Virtual Tour, perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kompatibilitas lintas peramban dan pengalaman pengguna. Selain itu, uji usability menunjukkan bahwa aspek desain perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut akan difokuskan pada peningkatan aksesibilitas dan efisiensi sistem guna mendukung keberlanjutan wisata edukasi berbasis digital.

Keywords: Dark Tourism, Wisata Lapindo, Ekonomi Digital

 

Indonesia, dengan 17.508 pulau, memiliki sumber daya alam yang melimpah, mencakup udara, air, tanah, hutan, laut, dan mineral (Indonesia Baik, 2018). Lokasinya yang strategis di antara Samudra Pasifik dan Hindia serta dilintasi garis khatulistiwa semakin memperkaya kekayaan alamnya. Namun, di balik potensi besar ini, Indonesia juga menghadapi berbagai risiko bencana, baik yang bersifat alami maupun akibat aktivitas manusia.

Salah satu bencana besar yang pernah terjadi adalah semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo pada 29 Mei 2006 (Detik Jatim, 2024). Bencana ini dipicu oleh aktivitas pengeboran PT Lapindo Brantas Inc., yang menyebabkan keluarnya lumpur panas secara terus-menerus hingga menenggelamkan 19 desa. Akibatnya, lebih dari 45.000 penduduk kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi. Dampak bencana ini mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, dengan wilayah terdampak seluas 1.143,3 hektar. Lahan pertanian hancur, mata pencaharian penduduk hilang, serta kualitas udara dan air memburuk (Kompas Surabaya, 2022).

Wilayah pasca-bencana seperti Lapindo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis edukasi. Konsep wisata dark tourism, seperti pendirian museum yang mendokumentasikan kejadian serta upaya mitigasi bencana, dapat menjadi daya tarik tersendiri (Abdillah & Suryawan, 2019). Selain membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, pendekatan ini juga berfungsi sebagai sarana refleksi dan edukasi bagi masyarakat luas. Di era digital, inovasi dalam penyajian wisata berbasis teknologi semakin membuka peluang bagi pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan (Noviandari et al., 2021).

Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis merancang sebuah inovasi berupa website dengan nama LAPINDORIS (Lapindo Tourism). Pada artikel ini, peneliti berfokus untuk mengembangkan rancangan, desain, dan hasil uji LAPINDORIS sebagai website wisata.

 METODE

Pada penelitian, metode yang digunakan adalah research and development (RnD). Metode RnD yang dikembangkan pada LAPINDORIS adalah metode ADDIE. Metode ADDIE dalam penelitian LAPINDORIS dimulai dengan Analysis, yakni mengidentifikasi kebutuhan warga, potensi wisata, dan target audiens melalui wawancara, survei, serta analisis literasi digital. Design melibatkan perancangan konsep wisata dark tourism, rute wisata, dan platform digital dengan fitur interaktif. Pada tahap Development, platform seperti aplikasi atau website dibuat, dilengkapi konten multimedia, dan diuji secara awal. Implementation fokus pada peluncuran awal platform, promosi digital, dan kolaborasi dengan pemerintah serta UMKM lokal. Akhirnya, Evaluation mengevaluasi dampak ekonomi, performa platform, dan umpan balik pengguna untuk perbaikan berkelanjutan demi keberhasilan proyek LAPINDORIS.

 HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Rancangan dan Desain LAPINDORIS

Berikut ini merupakan desain website LAPINDORIS,

Gambar 1. Desain Website LAPINDORIS.

Berikut penjelasan fungsi fitur dari website wisata bencana lumpur Sidoarjo (LAPINDORIS):

Gambar 2. Desain Fitur About Us.

About Us (Pengenalan LAPINDORIS): Fitur ini berfungsi untuk memperkenalkan LAPINDORIS, menjelaskan tujuan, misi, dan visi website, serta memberikan latar belakang mengenai inisiatif wisata bencana ini.

Gambar 3. Desain Fitur Conditions.

Conditions (Penjelasan Kejadian Lumpur Sidoarjo secara Rinci): Fitur ini memberikan penjelasan mendalam tentang peristiwa semburan lumpur Sidoarjo, termasuk kronologi, dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari bencana tersebut.


Gambar 4. Desain Fitur Locations.

Location (Penunjuk Arah, Maps, dan Lokasi Sebaran dan Semburan): Fitur ini menyediakan peta interaktif yang menunjukkan lokasi semburan lumpur dan daerah terdampak, dilengkapi dengan penunjuk arah bagi pengunjung yang ingin mengunjungi situs secara fisik.

Gambar 5. Desain Fitur Virtual.

Virtual (Wisata Digital): Menyediakan pengalaman wisata digital dengan tampilan visual lumpur Sidoarjo dari beberapa sudut pandang, memungkinkan pengguna untuk menjelajahi situs secara virtual. Fitur ini juga dilengkapi dengan opsi donasi untuk mendukung upaya pemulihan bencana.

Gambar 6. Desain Fitur Contact.

Contact (Menghubungi Tim LAPINDORIS): Fitur ini memungkinkan pengunjung menghubungi tim LAPINDORIS untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, memberikan masukan, atau menanyakan pertanyaan terkait wisata maupun edukasi tentang bencana lumpur. 

Hasil Uji LAPINDORIS

1) Uji Multimedia

Tabel 1. Hasil Uji Multimedia.

Jenis Uji

Fitur About Us

Fitur Conditions

Fitur Locations

Fitur Virtual

Fitur Contact

Kompatibilitas Browser

 

1. Chrome

Lancar

Lancar

Lancar

Sedang

Lancar

2. Firefox

Lancar

Lancar

Sedang

Lamban

Lancar

3. Edge

Sedang

Sedang

Sedang

Lamban

Lancar

Responsivitas Loading

2 second

3 second

6 second

15 second

1 second

Fungsi Konten

Lancar

Lancar

Lancar

Sedang

Lancar

Aksesbilitas

 

Lancar

Sedang

Lancar

Tabel 1 menyajikan evaluasi kinerja berbagai fitur pada platform digital di beberapa peramban, mencerminkan perbedaan kompatibilitas dan responsivitas. Fitur utama yang diuji meliputi About Us, Conditions, Locations, Virtual, dan Contact. Chrome menunjukkan kinerja terbaik dengan mendukung semua fitur secara optimal, sementara Firefox dan Edge mengalami kendala, terutama pada fitur Virtual. Dari segi kecepatan, waktu pemuatan bervariasi, dengan Contact memiliki respons tercepat (1 detik) dan Virtual paling lambat (15 detik). Hal ini menunjukkan bahwa fitur Virtual perlu dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi. Meskipun sebagian besar fitur berfungsi dengan baik, Conditions masih memerlukan perbaikan dalam aspek aksesibilitas. Secara keseluruhan, hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa fitur Virtual memerlukan peningkatan agar dapat bekerja secara lebih baik di semua peramban. Optimalisasi teknis dan kompatibilitas lintas platform menjadi prioritas utama untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara menyeluruh.

2) Uji Usability Test SAS

Tabel 2. Hasil Uji Usability Test.

Keterangan

Pertanyaan

Kemudahan Penggunaan

Fungsionalitas dan Performa

Kepuasan dan Desain

Aksesbilitas Fitur

Interaktif

Sangat Setuju (5)

9

7

4

8

8

Setuju (4)

1

2

3

0

2

Netral (3)

0

1

3

2

0

Tidak Setuju (2)

0

0

0

0

0

Sangat Tidak Setuju (1)

0

0

0

0

0

Tabel 2 mencakup umpan balik pengguna terhadap lima aspek utama: Kemudahan Penggunaan, Fungsionalitas dan Kinerja, Kepuasan dan Desain, Aksesibilitas Fitur, serta Interaktivitas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Kemudahan Penggunaan memperoleh skor tertinggi sebesar 98%, diikuti oleh Interaktivitas (96%) dan Fungsionalitas serta Aksesibilitas Fitur yang masing-masing mencapai 92%. Namun, Kepuasan dan Desain hanya memperoleh 82%, mengindikasikan perlunya perbaikan dalam aspek tampilan dan pengalaman pengguna. Dengan meningkatkan desain antarmuka dan aksesibilitas, platform dapat lebih optimal dalam memberikan pengalaman yang nyaman, fungsional, dan menarik bagi penggunanya.

 KESIMPULAN

Situs web LAPINDORIS berhasil menampilkan fitur utama yang dirancang untuk mempromosikan wisata edukasi terkait bencana lumpur Sidoarjo. Fungsi inti meliputi About Us yang memperkenalkan proyek, Conditions yang menjelaskan dampak bencana, Locations yang menyediakan peta interaktif, Virtual yang menawarkan tur digital, dan Contact yang memfasilitasi komunikasi. Uji kinerja menunjukkan kompatibilitas dan waktu muat yang lancar untuk sebagian besar fitur, namun fitur Virtual memerlukan optimalisasi, terutama pada peramban Firefox dan Edge. Uji kelayakan menunjukkan kepuasan tinggi terhadap Kemudahan Penggunaan (98%) dan Interaktivitas (96%), meskipun aspek Kepuasan dan Desain (82%) mengindikasikan perlunya peningkatan. Secara keseluruhan, situs ini memiliki potensi kuat tetapi memerlukan penyempurnaan untuk aksesibilitas yang optimal.

 REKOMENDASI

Penelitian selanjutnya disarankan untuk fokus pada optimalisasi desain dan aksesibilitas platform guna meningkatkan kepuasan pengguna. Kajian lebih mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi performa fitur Virtual di berbagai peramban diperlukan untuk memastikan kompatibilitas yang lebih baik. Selain itu, analisis pengalaman pengguna dengan metode usability testing dapat memberikan wawasan lebih spesifik mengenai kendala yang dihadapi serta solusi yang tepat. Penggunaan teknologi terbaru, seperti AI dalam personalisasi antarmuka atau optimasi kecepatan pemuatan halaman, juga dapat dieksplorasi untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna dalam mengakses platform.

 References

 

Abdillah, R. M., & Suryawan, I. B. (2019). Strategi pengembangan Lumpur Lapindo sebagai wisata edukasi di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(2).

Detik Jatim. (2024, Mei 29). 18 tahun tragedi Lumpur Lapindo: Ini sejarah dan kronologinya. Detik Jatim. https://www.detik.com/jatim/berita/d-7362966/18-tahun-tragedi-lumpur-lapindo-ini-sejarah-dan-kronologinya

Indonesia Baik. (2018, November 1). Indonesia kaya potensi kelautan dan perikanan. Indonesia Baik. https://indonesiabaik.id/infografis/infografis-indonesia-kaya-potensi-kelautan-dan-perikanan

Kompas Surabaya. (2022, Januari 26). Lumpur Lapindo: Penyebab, dampak, ganti rugi, hingga temuan “harta karun” logam tanah jarang. Kompas. https://surabaya.kompas.com/read/2022/01/26/205822478/lumpur-lapindo-penyebab-dampak-ganti-rugi-hingga-temuan-harta-karun-logam?page=all#google_vignette

Noviandari, I., Balafif, M., & Aprilia, D. (2021). Peran objek wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Jurnal Litbang Kebijakan, 15(1). https://doi.org/10.32781/cakrawala.v15i1.368

Prasetyo, D. (2020). Development of mobile learning-based learning model in higher education using the ADDIE method. Journal of Computational and Theoretical Nanoscience, 17(2-3), 911-917. https://doi.org/10.1166/jctn.2020.8740

Sugiyono. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengembangan dan Karakterisasi Bata Komposit Berbasis Limbah Bambu dan Serbuk Vulkanik untuk Konstruksi Bangunan Berkelanjutan

NISPRAY (PENYEMPROT ORGANIK OTOMATIS) PENYEMPROT PESTISIDA EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE) BERBASIS IOT TERINTEGRASI UNTUK BUDIDAYA BAYAM AIR DAN BAYAM